×
Tentang simulasi ini
Model yang dipakai adalah penurunan baku untuk ekspansi adiabatik gas ideal antar dua
tangki kaku-terisolasi. Tekanan akhir didekati dari neraca massa dengan asumsi awal suhu
seragam:
$$P_f \approx P_i \frac{V_1}{V_1+V_2}$$
Gas yang tersisa di tangki 1 diperlakukan berekspansi secara isentropik (reversibel,
adiabatik) mendorong gas yang keluar, sehingga suhunya mengikuti relasi gas ideal:
$$T_1 = T_i \left(\frac{P_f}{P_i}\right)^{(\gamma-1)/\gamma}, \qquad \gamma = \tfrac{7}{5}
\text{ (gas diatomik)}$$
Suhu akhir tangki 2 diperoleh dari neraca massa keseluruhan (mol yang meninggalkan
tangki 1 = mol yang masuk ke tangki 2), memakai hukum gas ideal di kedua tangki pada keadaan
akhir:
$$T_2 = \frac{P_f V_2}{V_1\left(\dfrac{P_i}{T_i} - \dfrac{P_f}{T_1}\right)}$$
Pendekatan ini adalah penyederhanaan baku yang umum diajarkan untuk soal dua-tangki
semacam ini — bukan solusi persamaan diferensial penuh untuk proses pengisian tangki
yang sebenarnya berlangsung bertahap.
Galat pengukuran: hasil yang ditampilkan (bertanda "terukur") sengaja diberi
penyimpangan acak dari nilai teori di atas, dengan rentang penyimpangan yang membesar
seiring tekanan dan suhu awal yang makin ekstrem — meniru perilaku gas nyata yang makin
menyimpang dari model gas ideal pada kondisi jauh dari tekanan/suhu ruang. Centang
"Tampilkan nilai teori ideal" untuk melihat nilai tanpa galat ini sebagai
pembanding.
Diadaptasi dan diimplementasikan ulang secara independen
dari eksperimen digital "Adiabatic Gas Expansion Between Two Tanks" milik LearnChemE
(learncheme.github.io/lab-experiments), dikembangkan oleh tim di Departemen Teknik Kimia dan
Biologi, University of Colorado Boulder, dengan dukungan National Science Foundation (NSF).
Mekanisme tiga katup pada sumber aslinya disederhanakan di sini menjadi satu tombol "Buka
Katup"; model fisika dan galat pengukuran mengikuti pendekatan yang sama dengan sumber
aslinya.